Dalam pertemuan silaturahmi bersama ketua RT dan RW se-Kota Pekanbaru, Agung menyoroti langkah konsolidasi keuangan daerah yang menjadi prioritas di awal masa jabatannya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Ia menyebut, saat mulai memimpin, pemerintah kota dihadapkan pada beban utang daerah sebesar Rp470 miliar.
Menurutnya, melalui pengelolaan anggaran yang disiplin dan terukur, beban tersebut berhasil dituntaskan tanpa menghambat program pembangunan. Di saat yang sama, Pemko Pekanbaru tetap mampu mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Selain penataan fiskal, Agung juga memaparkan realisasi pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 42 kilometer di sejumlah titik kota. Di sektor kesejahteraan aparatur, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dipastikan berjalan konsisten.
Pada bidang sosial dan pendidikan, ia menegaskan komitmen pemerintah agar tidak ada lagi anak di Pekanbaru yang putus sekolah. Program bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu akan terus dilanjutkan, bersamaan dengan upaya percepatan penanganan stunting serta pembaruan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Untuk mempercepat layanan dan penyerapan aspirasi, Pemko Pekanbaru meluncurkan program Satu ASN Satu RW. Melalui program ini, setiap RW didampingi seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas menjadi penghubung langsung antara masyarakat dan pemerintah kota.
Agung menegaskan, peran ASN tersebut bukan untuk menggantikan tugas RT dan RW, melainkan mempercepat alur komunikasi dan memangkas jalur birokrasi yang panjang.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat lingkungan, Wali Kota juga berencana menaikkan honorarium mereka pada tahun anggaran berjalan. Ia telah meminta Sekretaris Daerah untuk segera menuntaskan kajian teknis terkait skema peningkatan honor tersebut.
Agung menekankan, peningkatan pendapatan daerah harus diiringi dengan belanja yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat agar pembangunan berjalan berkelanjutan di Kota Pekanbaru.
(Bukamata/DN)

0 Komentar