
Pekanbaru, DN
Manajemen PLTA Koto Panjang kembali menyampaikan perkembangan terbaru kondisi waduk pada Minggu (11/1/2026) pukul 07.00 WIB.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa elevasi waduk saat ini tercatat berada pada angka 81,59 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Pada waktu yang sama, debit air yang keluar melalui turbin pembangkit tercatat sebesar 344,12 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, aliran air melalui pintu pelimpah atau spillway dengan bukaan dua pintu masing-masing 50 sentimeter mencapai 143,50 m³/s.
Dengan demikian, total debit air keluar dari waduk mencapai 490,40 m³/s. Angka tersebut seimbang dengan debit inflow yang masuk ke waduk yang juga tercatat sebesar 490,40 m³/s.
Dhani menyampaikan bahwa elevasi waduk mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan kondisi awal saat dilakukan pembukaan pintu spillway atau early release pada 30 Desember 2025 lalu. Saat itu, elevasi waduk tercatat berada di angka 79,62 mdpl.
“Dengan elevasi saat ini mencapai 81,59 mdpl, berarti telah terjadi kenaikan sekitar 1,97 meter sejak pembukaan pintu spillway dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan elevasi tersebut dipengaruhi oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu waduk yang berdampak pada meningkatnya debit air yang masuk dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, kondisi waduk masih dalam pengendalian karena pengaturan debit air dilakukan secara terukur melalui pengoperasian turbin dan pembukaan pintu spillway.
Sebelumnya, keputusan membuka pintu spillway pada 30 Desember 2025 dilakukan setelah melalui rapat Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang yang digelar sehari sebelumnya. Pembukaan tersebut merupakan bagian dari prosedur early release guna menjaga stabilitas tinggi muka air waduk.
Langkah itu diambil setelah tinggi muka air waduk melampaui elevasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) 2025 lebih dari 50 sentimeter dalam kurun waktu 24 jam.
Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan pemantauan terhadap kondisi waduk serta aliran Sungai Kampar terus dilakukan secara intensif.
Masyarakat yang tinggal di wilayah hilir waduk juga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar aliran sungai serta selalu mengikuti informasi resmi dari pihak PLTA dan instansi terkait. (MC/DN)
0 Komentar