Provinsi Riau berhasil menempatkan lima agenda wisata unggulan ke dalam kalender event nasional tersebut. Capaian ini mencerminkan konsistensi Riau dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang berdaya saing nasional.
Adapun lima event asal Riau yang resmi masuk dalam KEN 2026 yakni Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Subayang Festival di Kabupaten Kampar, Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir, serta Kenduri Riau yang digelar di Kota Pekanbaru.
Masuknya kelima event tersebut menandakan bahwa pariwisata Riau memiliki daya tarik dan keunikan yang kuat. Setiap event merepresentasikan identitas budaya dan sejarah masyarakat di daerah masing-masing, sekaligus menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, menegaskan bahwa event-event yang telah masuk dalam KEN harus terus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, pengakuan nasional ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan agar tetap bertahan dalam kalender event nasional.
“Tentu yang masuk KEN ini harus kita pertahankan. Jadi Karisma Event Nusantara, tentunya kalau sudah masuk tandanya sudah masuk dalam kalender event pusat nasional,” ujar Tekad Perbatas di Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan event Riau dalam KEN secara langsung menjadi sarana promosi pariwisata daerah yang efektif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga berpeluang menembus pasar internasional.
“Secara langsung ini bisa mempromosikan pariwisata Riau secara nasional, bahkan internasional. Tentu ini harus kita pertahankan, jika perlu kita tingkatkan,” jelasnya.
Tekad juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pariwisata Provinsi Riau ke depan. Menurutnya, pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Ke depan, kami ingin pariwisata Provinsi Riau semakin berkembang. Minimal kita harus bisa membuat pariwisata Riau dikenal luas,” terangnya.
Ia menambahkan, letak geografis Riau yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.
“Nah ini juga nanti secara nasional, mungkin nasional kita akan menggenjot kunjungan wisatawan,” pungkasnya.

0 Komentar